-->

Lima Kota Besar Tepian Sungai di Asia Tenggara

Sungai. Tempat mengalirnya air segar tawar yang sudah tidak asing dalam kehidupan manusia. Ia adalah salah satu elemen vital pemberntuk banyak peradaban manusia semenjak manusia sudah mulai mengenal cara mengelola alam berdasarkan akal dan pikiran. Tercatat beberapa peradaban di manusia lahir karena memanfaatkan sungai yang mengalir di sekitarnya. Seperti Peradaban Sungai Indus di India, Sungai Kuning di Cina, Sungai Eufrat dan Tigris di Irak, dan Sungai Nil di Mesir. Peradaban sungai itulah yang menjadi ciri manusia memaknai sungai di dalam kehidupan sehari-hari.

Di Asia Tenggara juga terdapat banyak peradaban sungai. Seperti di Sungai Mekong, sungai terpanjang di region ini yang melintasi banyak negara Asia Tenggara Daratan. Dari Mekonglah peradaban manusia Asia Tenggara awal terbentuk dan menyebar ke wilayah lain, terutama ke Asia Tenggara Maritim. Di beberapa kota di Asia Tenggara, baik Daratan maupun Maritim, mempunyai kota-kota yang tumbuh di sepanjang sungai. Tumbuh-kembangnya kota-kota itu tidak lepas dari pemanfaatan sungai yang tak hanya berfungsi sebagai sumber untuk pekerjaan sehari-hari, tetapi juga transportasi logistik, barang, dan jasa, bahkan pariwisata. Beberapa negara Asia Tenggara pun menjadikan sungai yang melintas di kotanya sebagai tujuan pariwisata. Contohnya, Bangkok. Ibu kota Thailand ini dilintasi oleh Sungai Chao Phraya. Sungai terbesar di Bangkok ini menjadi urat nadi perekonomian kota itu, bahkan Thailand. Seiring dengan maraknya wisatawan ke Thailand Chao Phraya disulap menjadi atraksi wisata.

Di bawah ini terdapat lima kota besar di Asia Tenggara  yang berdiri di tepian sungai. Pemilihan lima kota besar ini berdasarkan luas wilayah. Jadi, beberapa sungai seperti Musi di Palembang yang lekat dengan Imperium Sriwijaya tidak dimasukkan. Begitu juga Manila yang berlokasi di Sungai Pasing, yang terdapat Istana Malacanang.

Vientiane
http://laothaifriendshipbridge.visitwonders.com/
Ibu kota Laos seluas 3.920 kilometer persegi ini terletak di tepian Sungai Mekong. Didirikan pada abad ke-9, Vientiane adalah kota terbesar di Laos. Ia juga menjadi pusat perekonomian dan perdagangan negara itu. Di masa lalu Vientiane adalah bagian dari Imperium Lan Xang, salah satu imperium yang sangat vital dalam sejarah Laos. Ketika masa kolonial ia ditetapkan sebagai ibu kota protektorat Prancis. Ketika Perang Dunia Kedua kota ini dikuasai Jepang. Selepas Perang Dunia Kedua, terutama pada masa Perang Dingin, Vientiane menjadi saksi tergulingnya monarki Laos oleh gerakan komunis Pathet Lao pada 1975. Pada Sungai Mekong di tepian kota ini berdiri kokoh Jembatan Persahabatan Thailand-Laos yang menghubungkan Vientiane dengan Nong Khai di Thailand. 

Hanoi
http://static.tuoitre.vn
Ibu kota Vietnam, juga ibu kota tertua di Asia Tenggara. Luasnya mencapai 3.345 kilometer persegi. Letak kota ini berada di tepian Sungai Merah, sungai terpenting di Vietnam Utara. Didirikan pada 1010 dengan nama Thang Long oleh Dinasti Ly sebagai ibu kota Vietnam, sejatinya Hanoi merupakan wilayah yang pada 3000 tahun SM merupakan wilayah peradaban awal manusia di Vietnam. Pendirian Hanoi juga tidak lepas dari mitos tentang naga yang melintasi Sungai Merah sehingga membuat Kaisar Pertama Dinasti Ly, Ly Thai To tak ragu menjadikan Hanoi sebagai pusat pemerintahan Vietnam. Di kota inilah kemudian banyak dibangun kuil, pagoda, dan perpustakaan. Pada masa Dinasti Nguyen, pusat pemerintahan Vietnam dipindahkan ke Hue sampai kemudian Pemerintah Kolonial Prancis menjadikannya sebagai ibu kota Indocina Prancis. Di sinilah banyak peristiwa terjadi, termasuk deklarasi kemerdekaan Vietnam pada September 1945. Hanoi juga menjadi sasaran pengeboman Amerika Serikat dalam Perang Vietnam. Selepas perang ia dijadikan ibu kota reunifikasi Vietnam hingga sekarang. Populasi kota yang mencapai 7.067.000 pada 2014 menjadikannya salah satu kota terpadat di negara itu setelah Ho Chi Minh.

Palangkaraya
http://centralborneo.net
Namanya memang tidak setenar dua kota di atas. Hal ini mengingat statusnya yang hanya Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah. Palangkaraya, yang berarti tempat yang amat suci, merupakan kota di Pulau Kalimantan yang terletak di tepian Sungai Kahayan. Luasnya yang mencapai 2.679 kilometer persegi menjadikannya sebagai kota terluas di Indonesia. Palangkaraya adalah ibu kota provinsi yang dibentuk pada 1957. Ia dibangun dan dirancang oleh Soekarno, Presiden pertama Indonesia. Awalnya, kota ini adalah sebuah lahan gambut yang kemudian oleh Soekarno hendak diproyeksikan sebagai calon ibu kota masa depan Indonesia, menggantikan Jakarta. Proyeksi itu terus bergulir hingga sekarang ketika Jakarta sudah dianggap tidak lagi mampu menampung beban kepadatan penduduk. Meskipun demikian, hal itu masih sebatas wacana. Lepas dari itu, Palangkaraya dengan segala situasinya sudah siap menggantikan Jakarta dan hanya tinggal menunggu waktu.

Ho Chi Minh
http://www.mccullagh.org
Dahulunya bernama Saigon. Nama Ho Chi Minh diberikan usai Perang Vietnam sebagai penghargaan kepada bapak kemerdekaan Vietnam itu. Ho Chi Minh adalah kota terbesar di Vietnam Selatan, tepatnya di wilayah Cochinchina. Ia adalah pusat perekonomian terpadat bersama-sama dengan Hanoi. Pada masa Asia Tenggara Klasik, Ho Chi Minh yang terletak di delta Sungai Mekong, merupakan wilayah Kamboja bernama Prey Nokor yang kemudian secara perlahan dianeksasi orang-orang Vietnam dalam sebuah perang sipil. Ia kemudian menjadi wilayah penting Dinasti Nguyen sampai kemudian kejatuhannya oleh Prancis. Ho Chi Minh sempat menjadi ibu kota Vietnam Selatan dan pusat peluncuran invasi Amerika Serikat dalam Perang Vietnam. Ia kemudian berhasil direbut pada 1975 oleh pasukan Vietnam Utara. Dengan luas 2.095 kilometer persegi, Ho Chi Minh merupakan kota paling termodern di Vietnam. Di kota ini terdapat banyak pencakar langit. Salah satunya Bitexco Financial Tower. Populasi kota ini mencapai 7.955.000 jiwa pada 2014.

Bangkok
http://travelersroundtable.com
Inilah kota ikonik paling terkenal di Thailand. Dibangun pada 1872 oleh Rama I di tepian Sungai Chao Phraya, Bangkok sejatinya merupakan ibu kota penerus ibu kota sebelumnya, Ayutthaya, yang hancur akibat serangan dahsyat Dinasti Konbaung dari Myanmar. Karena sebagai penerus, nama Ayutthaya pun disematkan bersamaan dengan nama kota para malaikat, seperti yang tertera dalam nama resmi Bangkok. Luas kota ini adalah 1.569 kilometer persegi. Bangkok adalah ibu kota yang kerap menjadi tujuan populer pariwisata karena keunikannya. Ia adalah kota yang mampu menyandingkan pagoda-pagoda dengan gedung-gedung pencakar langit di tepian Chao Phraya. 

1 Response to "Lima Kota Besar Tepian Sungai di Asia Tenggara"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel