-->

Kereta-Kereta Bandara di Asia Tenggara

Tak dapat disangkal, kereta api merupakan moda transportasi paling cepat dan ekonomis daripada moda-moda transportasi lainnya. Sifat kereta api yang demikian membuatnya dibutuhkan sebagai transportasi cepat menuju bandar udara (bandara). Jamak diketahui, di hampir seluruh bandara di dunia akan selalu ada transportasi kereta api yang menghubungkan bandara dengan kota tujuan. Kebanyakan bandara udara seperti itu berada di Eropa, Asia Timur, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Afrika. Eropa merupakan benua paling banyak dengan bandara-bandara berfasilitas kereta api di dalamnya. Kereta-kereta api bandara itulah yang membuat Eropa terlihat maju transportasinya dan rapi semua akses publik yang dimiliki. Tampaknya itu membuat Eropa berpengalaman dalam kereta api bandara jika melihat sejarah keberadaan kereta api bandara memang dimulai dari Eropa, tepatnya di Jerman pada 1927. Jalur Berlin-Bandara Tempelhof menjadi jalur pertama kereta api bandara di dunia. Setelah itu bermunculanlah kereta-kereta api bandara yang lain.

Bagaimana dengan Asia Tenggara?
Hampir semua negara di Asia Tenggara mempunyai rel kereta api. Namun tak semuanya mempunyai kereta api bandara. Dari 10 negara anggota yang mempunyai kereta api bandara, dalam hal ini, bandara sebagai tujuan akhir hanya 4 negara. Mereka adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Dari keempat negara di atas, Indonesia menjadi negara yang kereta bandaranya tidak berada di ibu kota melainkan di luar ibu kota dan di luar Pulau Jawa, tepatnya di Pulau Sumatera. Salah satu provinsi di pulau itu, Sumatera Utara, memiliki bandara baru yang mempunyai kereta bandara di dalamnya. Kuala Namu nama bandara itu, yang dioperasikan sebagai bandara pengganti Polonia, Medan. Kuala Namu sendiri terletak di luar kota Medan, Ibu Kota Sumatera Utara. Kereta bandara bernama Railink ARS ini mulai beroperasi pada 2013 dan menjadi bandara dengan fasilitas kereta api pertama di Indonesia.
File:Railink at Kuala Namu.jpg
wikipedia


Bangkok, Thailand mempunyai dua kereta bandara yang masing-masing mengarah ke kedua bandara di Ibu Kota Thailand itu, Don Muang dan Suvarnabhumi. Untuk Don Muang, kereta bandara dilayani oleh kereta dari perusahaan kereta di "negara gajah putih" itu. Sedangkan untuk Suvarnabhumi, bandara terbaru di Bangkok, kereta bandara dilayani oleh Suvarnabhumi Airport Express. Moda transportasi ini mulai beroperasi pada 2010.

Makkasan Platform1.jpg
wikipedia

Kuala Lumpur International Airport (KLIA) yang terletak di Sepang, Malaysia mempunyai dua kereta api bandara yang masing-masing mengarah ke Kuala Lumpur, Ibu Kota Malaysia. Nama-nama kereta bandara itu ialah KLIA Ekspres dan KLIA Transit. Dua-duanya berbentuk sama dan mempunyai jalur yang sama serta sama-sama mulai beroperasi pada 2002. Yang membedakan adalah KLIA Ekspres ialah kereta bandara tanpa henti dari KLIA menuju KL Sentral di Kuala Lumpur. Sedangkan KLIA Transit ialah kereta bandara yang bisa berhenti di tiap-tiap stasiun.

File:KLIAekspres SalakSelatan.jpg
wikipedia

Singapura bisa jadi merupakan negara yang awalnya tidak membangun jalur kereta bandara sama sekali untuk bandara internasional di negara kota itu, Changi. Sampai 2002, akses ke Changi kebanyakan dengan menaiki bis dan taksi. Kemudian dibangunlah jalur kereta api yang mengarah ke Changi sebagai tujuan akhir. Stasiun juga dibangun di Changi di antara terminal 2 dan 3, Changi Airport MRT Station yang kemudian diresmikan oleh Menteri Transportasi Singapura, Yeo Cheow Tong.

File:SMRT Trains102.jpg
wikipedia





0 Response to "Kereta-Kereta Bandara di Asia Tenggara"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel