-->

Keunikan Bangkok dalam BTS dan MRT

Bangkok. Jikalau ibu kota Thailand itu disebut, sudah pasti kebanyakan orang akan langsung mengatakan: tuk-tuk, pertunjukan seks atau sex show, pasar-pasar malam terutama di Patpong dan Silom, jajanan pasar atau streetfood, Chao Phraya Express Boat, Grand Palace, Wat Arun, Madame Tussauds, dan oleh-oleh yang serbamurah.

koleksi pribadi

Akan tetapi, Bangkok bukanlah itu-itu saja. Sebagai salah satu ibu kota terpadat di Asia Tenggara, Bangkok atau disebut juga Krung Thep harus menanggung risiko kemacetan di pagi dan sore hari atau jam-jam sibuk orang bekerja. Kemacetan inilah yang dirasa menganggu bahkan juga menghambat efektivitas untuk melakukan segala hal. Ada beberapa alternatif untuk menghindari kemacetan di Bangkok. Selain dengan menggunakan angkutan sungai Chao Phraya, sungai besar yang membelah kota yang jumlah populasinya adalah 1,4 juta orang ini, Bangkok juga menyediakan alternatif lain, yaitu transportasi angkut cepat atau mass rapid transportation.

koleksi pribadi

Adalah hal yang jamak di dunia sebuah kota yang begitu padat populasinya mempunyai transportasi yang demikian. Transportasi untuk kawasan perkotaan ini tentulah harus berbentuk kereta api mengingat transportasi ini cukup bisa diandalkan untuk meminimalkan kemacetan. Bangkok mempunyai dua jenis transportasi angkut cepat, yaitu BTS dan MRT. Keduanya jika dilihat sepintas sebenarnya tidak jauh berbeda. Namun, dalam pengoperasiannya, BTS dioperasikan di jalur layang atau elevated sedangkan MRT di bawah tanah atau underground.
koleksi pribadi


Bangkok Mass Rapid Transit System atau populer disebut BTS atau Skytrain adalah transportasi massal angkut cepat yang dioperasikan sejak 1999. Transportasi ini merupakan primadona bagi para pekerja di Bangkok dan sekitarnya. BTS mempunyai 35 stasiun yang kebanyakan ditempatkan di daerah-daerah terpenting seperti di Siam Center dan Sala Daeng. Bahkan ia juga terintegrasi dengan angkutan sungai dan Bangkok BRT di Sathorn (Saphan Thaksin) dan Chong Nongsi. Mengingat transportasi dengan jumlah gerbong sebanyak lima buah ini menjanjikan progresivitas dan waktu tunggu yang tak begitu lama, tidaklah mengherankan jika ia yang mempunyai dua jalur, Silom dan Sukhumvit, ini akan selalu padat di jam-jam orang-orang berangkat dan pulang kerja. Untuk yang satu ini, harus bersabar ketika akan menaiki BTS mengingat gerbong-gerbongnya padat terisi. Tidak semua stasiun BTS mempunyai eskalator untuk akses sehingga hal itu akan cukup merepotkan bagi yang mulai mempunyai gangguan dalam berjalan. Namun, hal itu tampaknya diatasi dengan lift.
koleksi pribadi

koleksi pribadi


Lalu bagaimana dengan MRT? Metropolitan Rapid Transit atau MRT adalah transportasi massal angkut cepat yang dioperasikan sejak 2004. Kehadirannya adalah untuk menjangkau daerah-daerah yang tidak terkena BTS atau dengan kata lain untuk membantu meminimalkan kemacetan di daerah-daerah lain di Bangkok. Sama halnya dengan BTS, MRT juga mempunyai stasiun-stasiun yang ditempatkan di daerah-daerah penting bahkan terintegrasi dengan BTS seperti Silom yang terintegrasi dengan Sala Daeng, Sukhumvit dengan Asok, Chattucak Park dengan Mo Chit. Selain itu, ia terintegrasi dengan Stasiun ARL Suvarnabhumi, Makkasan di Petchaburi, dan Hua Lamphong dengan Stasiun Kereta Api Bangkok. Mengingat MRT dioperasikan di bawah tanah, kebanyakan stasiunnya pun dibuat hingga ke kedalaman lebih dari dua meter atau bertingkat seperti halnya jalur-jalur BTS. Inilah yang terlihat di Stasiun Silom. Jumlah stasiun MRT sama dengan BTS, yaitu 35. Jalurnya juga dua, dan disebut jalur biru (blue line) dan jalur ungu (purple line).

koleksi pribadi

Selain pengoperasiannya yang berbeda, situasi di stasiun-stasiun kedua transportasi massal ini demikian. Apabila di BTS ramai dengan iklan-iklan dan gerai-gerai komersial dengan stasiun yang terlihat sempit apalagi ketika jam-jam sibuk, MRT kebalikannya alias sepi lega serta banyak dijumpai gerai-gerai ATM. Namun untuk pengamanan, MRT lebih ketat sebab ada pemeriksaan barang. Sedangkan BTS tidak sama sekali. Untuk kartu pengguna pun juga berbeda alias tidak terintegrasi. Selain mempunyai kartu-kartu untuk sekali perjalanan, keduanya juga mempunyai kartu khusus pelajar dan dewasa. Sedangkan untuk multitrip, BTS mempunyai Rabbit. Sedangkan MRT BEM, yang terbagi dalam beberapa tipe tergantung untuk beberapa hari perjalanan seperti one day pass dan three day pass. Dan yang berbeda juga adalah operator. BTS dioperasikan oleh Bangkok Mass Transit System Public Company. Sedangkan MRT oleh Mass Rapid Transit Authority of Thailand.

Dua transportasi massal angkut cepat ini menjadikan Bangkok cukup unik selain tuk-tuk yang khas. Itulah mengapa jika untuk menyebut kota-kota dengan transportasi massal yang unik, Bangkok adalah salah satunya.



0 Response to "Keunikan Bangkok dalam BTS dan MRT"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel